Kita memang membutuhkan " the only one " kita masing-masing, satu saja untuk menggantikan seluruh perhatian jutaan manusia yang kita butuhkan untuk sekedar validasi diri.. Aku sampai pada titik lelah mencari sebuah validasi, jadi sangat amat mudah bagiku untuk tersanjung terhadap sesuatu yang sebenarnya merupakan basic manner yang tidak perlu diagungkan keberadaannya..