Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2021

Aku yang tidak pernah gagal dalam hal mencintai

aku adalah orang yang paling membenci sebuah perpisahan, seburuk apapun orang itu bagi orang lain, aku tetap manusia yang tidak pernah membenci siapapun dan akan sangat merasa kehilangan jika dia pergi..  entah, mungkin karena memang aku merasa tidak pernah merasa segitu tersakiti nya, aku yang tidak pernah menaruh benci pada orang lain, atau memang keberuntungan selalu berpihak padaku.. tapi aku merasa, dimanapun aku berada, aku selalu dikelilingi orang-orang yang sayang padaku, itu kenapa arti mereka di hidupku cukup mengambil porsi besar yang bahkan kadang menggeser klasemen tertinggi prioritas hidupku yang harusnya ditempati diriku sendiri..  

Bodohnya diriku

Bodohnya diriku yang selalu merindunya, disaat mungkin tidak pernah ada sebersit pun tentang aku di pikirannya.. Tuhan, aku ga ngerti ternyata sedalam ini aku mempercayakan seluruh hatiku padanya.. Aku takut, takut akan suatu hal yang dia lontarkan.. Tentang dia yang sebenarnya tidak pernah bermaksud menaruh harap pada hatiku.. Tentang aku yang terlalu mudah percaya tentang ketidakpastian sebuah rasa, dan menyalahartikan itu menjadi cinta.. Bodoh memang.. Dan sekarang, sudah menjadi konsekuensiku untuk menanggungnya.. Menanggung semua rasa rindu yang tidak ku tau kemana akan berlabuh..

Aku ingin

Seringkali ku berfikir, aku ingin menjadi lemah sesekali, agar aku tau bagaimana rasanya dikuatkan..  Aku ingin menjadi penakut sesekali, agar aku tau bagaimana rasanya ditenangkan..  Aku ingin jatuh sesekali, agar aku tau bagaimana rasanya uluran tangan seseorang..  Entah, perasaan apa ini..  Aku seperti manusia tanpa rasa syukur..  Kesepian, hampa, dan putus asa.. 

Bohong

Aku lelah membohongi diri sendiri..  Aku lelah terus menerus berkhayal bisa hidup bersamamu suatu saat nanti..  Jujur, aku bisa saja minimal jujur tentang perasaanku, bukan padamu, tapi kepada temanku..  Tapi kembali lagi, perisai penahanku selalu melarangnya, "jangan! Dia blm tentu jadi milikmu, seperti setiap doa yang kau panjatkan pada Tuhan" Aku capek, capek sekali..  Bisa ga si Tuhan, kasih aku sesuatu petunjuk agar aku bisa yakin klo rasaku tak salah? Agar aku benar - benar yakin untuk memutuskan, bertahan atau menghilang.. 

Bumi dan Bulan

Pernah ga sih lu ngerasa nyamaaan banget sama orang (lawan jenis), tapi di hati lu bahkan ga yakin bakal dia yang jadi soulmate lu nanti? Agak klise memang, orang-orang bilang klo lu nyaman ya dapetin lah, klo lu nyaman ya perjuangin, klo lu nyaman ya nyatain perasaan lu klo lu mau hubungan lebih. Nyatanya perjuangan ngga semudah itu, terlalu banyak hal yang membuat rasa nyaman itu hanya bisa berlaku sebatas hubungan kita yang hanya sebagai teman, ngga lebih.. Istilahnya klo lagu Hivi itu kayak bumi dan bulan, yes! berpasangan walau tak sejalan.. mungkin kita harus belajar pada mereka tuk tetap bahagia.. Yap! baik dia maupun gue berhak bahagia walaupun kita ngga sama-sama, walaupun hubungan terjauh kita hanya sebagai teman, ngga lebih.  Entah siapa yang memutuskan, tapi inilah adanya, deklarasi ini mungkin hanya dalam hati tapi sudah pasti. Entah darimana ku dapatkan keyakinan ini, tapi aku seperti punya keyakinan lebih untuk memutuskan ini..

Love you so much, pa'e...

 Aku ngga ngerti kenapa hari ini rasanya sedihhhh banget, bermula dari sebuah harapan untuk mewujudkan apa yang menjadi impianku selama ini, mempercantik makam ayahku yang ku pikir, hal itu hal terakhir yang bisa ku lakukan untuknya. Setelah abangku kesana, ternyata semua nya ngga semudah itu, semua impianku buyarrrrr sudah, aku kecewa, sedih dan patah hati seolah gagal memberikan yang terbaik untuk alm. padahal selama ini, aku ini belum pernah membuatnya bahagia sampai ia dipanggil menghadap Tuhan, seumur hidupnya hanya melihatku membantah tanpa henti, membuatnya marah dan membuatnya seperti tidak pantas menjadi ayahku, padahal dia yang terbaik yang ku punya, aku yang tidak berbakat mengutarakan cinta, dan betapa bangga nya aku memilikinya, seseorang yang sangat berusaha untuk membuat keluarganya merasakan apa yang dia rasakan ketika bersama bosnya, dia selalu mengajakku dan mama untuk ikut merasakan "kemewahan". Tapi aku yang angkuh ini selalu menolak dengan alasan malu men...

Aneh

Dari dulu, aku ini tipe yang "one man show" parah, sampe berkali-kali dimarahin orang-orang klo udh mulai kumat. Kata Pskiater ku waktu itu, aku perfeksionis parah, gabisa percayaan sama orang lain, sampai kadang bisa nyiksa diri sendiri. Sifat ku yang seperti itu membuatku seperti tidak butuh siapapun untuk hadir, aku lebih percaya diriku sendiri yang mengerjakannya. Hfffttttt.. capek memang, tapi sepertinya dulu aku lebih bahagia sih, karna aku hanya mengandalkan diriku sendiri untuk bahagia, ga pernah mengandalkan orang lain. Semakin dewasa, perfeksionisku perlahan menghilang, aku seperti mudah bergantung, mudah berharap kepada orang lain, entah transisi hidup seperti apa yang membuatku seperti itu. Ku kira dengan mulai mengharapkan bantuan orang lain aku lebih mudah bahagia, lebih tenang, ternyata dugaanku salah, aku malah semakin sering nangis, menangis menyadari betapa bodohnya aku yang terlalu menggantungkan bahagiaku kepada orang lain. Aku benci diriku yang seperti in...

Untuk kamu, suamiku..

Aku emang terlihat tangguh, tapi sesungguhnya aku lemah, aku butuh kamu selalu di sisiku, tempatku bersandar dan meluapkan segala air mata yang ku tahan di depan banyak orang..  Aku memang sulit menceritakan seluruh masalahku pada orang lain, tapi padamu, akan ku serahkan segalanya, segala cerita rasa sakit yang ku rasa..  Aku memang selalu terlihat baik-baik saja, tapi sesungguhnya aku tetap anak mama yang cengeng, yang selalu kabur dan lari jika ada kata kasar dan keras kepadaku, jadi tolong jangan pernah biarkan aku pergi, tetaplah disisiku semarah apapun aku padamu..  Aku cukup ambisius mengejar karir yg ku mau, Tapi yang pasti, kamu dan keluarga kita tetap jadi prioritasku nanti, tetap dukung aku untuk tetap mengejar mimpiku sekaligus menjadi istri dan ibu yg baik untukmu dan anak-anak kita nanti..  Ini aku, istrimu kelak yang akan selalu di sisimu menguatkanmu, memelukmu dan menjadi teman hidupmu kelak, mari kita bertumbuh bersama mencipta keluarga yang didalam...

coretan anak yang baru mau dewasa

Umurku 24 tahun, tahun ini 25 deng wkwk tapi masih lama guys nanti pas Oktober, jadi agak menolak untuk bilang umur 25 di awal2 tahun hahah. Diumur segini tuh bohong klo sama sekali ngga mau ngerasa punya tempat cerita, punya seseorang yg jadi supporting system kita menghadapai suntuknya dunia dewasa. Jujur aku sering kesepian sekali kayak cuma bisa menghela nafas panjang klo lagi sebel sama dunia, kayak ga ada orang yg bisa jadi tempat supporting system gitu astagaaa.. Dari dulu tuh emang gue anaknya ngga terlalu suka mengandalkan orang lain, jadi gue kira gue bisa atasin amsyongnya jadi dewasa sendiri. Setelah beneran dewasa nih, umur segini woy, baru berasa banget capeknya. Capek ngelaluin semua nya sendiri, gue butuh seseorang juga ternyata, ngga ngerti transisi hidup macam apa yang bikin gue kayak gini. Dalam pencarian supporting system aka teman hidup itu kan ga lain dan ga bukan harus ada cinta di dalamnya ga si? iya lah.. gue mungkin lagi dalam fase itu, mencari-cari dia yang j...

Tentang pengorbanan cinta [katanya]

Kata orang, cinta itu butuh pengorbanan dan perjuangan antara kedua belah pihak, gabisa satu pihak aja yang berkorban, mau sampai kapan juga ga bakal jadi. Mungkin salah satu faktor dunia percintaanku tidak pernah berhasil karena aku kurang usaha dan berkorban kali yaaa.. Tapi gimana yaa, kadang akutuh ngerasa buat usaha aja ga pantes, kayak udh pasti ditolak, haha sedih banget yaa :( Ga tau deh sikap kayak gitu tuh bener apa ngga, tapi asli aku masih sangat amat tidak percaya diri, buat geer aja mikir seribu kali, astagaaa takut beneran cuma kegeeran, sakit banget klo beneran, hal-hal kayak gini yg bikin aku tuh takut buat memulai mencintai seseorang :( Kayak yg aku bilang di post sebelumnya, kadang ngerasa dia kayak gitu cuma ke aku, kadang otakku marahin hati ini buat sadar, dia ngga kayak gitu ke aku doang. Entah siapa yang perlu ku percaya otak atau hati, percaya ke salah satu nya juga ga bisa bikin lega. 

Jembatan

 Hanya saja, jembatan itu sudah terlanjur rapuh, lapuk terbasuh air dan hampar tersapu angin.. Untuk berdiri tegak kembali, butuh ekstra kekuatan yang datang dari sebuah keikhlasan yang mumpuni.. Bantu yuk! Aku butuh bantuanmu untuk mendirikannya kembali, aku lelah dan hampir putus asa mendirikannya sendiri.. Kau tau? Apakah jembatanku itu? Jembatan itu bernama HARAPAN

Lucu yaa...

Lucu ya.. Baru saja dia mengetuk, tapi ku berharap dia untuk menetap Baru saja dia singgah, tapi ku berharap dia untuk tetap tinggal Lucu ya.. Aku yang sekuat ini sendiri, tiba-tiba lemah di hadapannya Aku yang terbiasa mandiri, tiba-tiba tidak ingin sendiri Aku yang awalnya baik-baik saja, menjadi hampa tak berdaya tanpanya Lucu ya.. Semudah itu ya kamu memenuhi isi otak dan hatiku sekaligus, sampai aku tak mengerti, aku harus berharap atau perlahan melepas...

Ku kira kau untukku

Aku bingung sama perasaan ku ini.. kadang berasa spesial, kadang merasa tidak sespesial itu ternyata.. Perasaan seperti ini yang membuatku seperti membutuhkan sebuah bukti khusus untuk meyakinkanku klo aku benar dicintai, aku sepertinya membutuhkan sebuah pernyataan yang langsung keluar dari mulutnya, bukan hanya sebuah kesimpulan yang ku buat sendiri.. Perasaan seperti ini jugalah yang membuatku malas untuk menaruh harapan kepada orang lain, aku lumayan sulit untuk dibuat geer sebenarnya, cuma klo terus menerus dia datang, ya pertahananku runtuh juga. Anehnya ketika ku mulai pelan-pelan meruntuhkan pertahananku, justru dia yang membuatku seperti sedang ke geeran, astagaaa.. apa ini.. Baiknya, Tuhan tidak pernah menjatuhkan perasaanku sejatuh-jatuhnya kepada orang lain, jadi aku lumayan bisa menghandle sakit hati yang sering tercipta. Mulai saat ini, mungkin akan sulit kembali bagiku untuk mulai percaya ke orang lagi. Sepertinya ku akan memfokuskan diriku untuk asik dengan diri sendiri...