Belahan jiwaku yang ku nantikan tahun lalu di postingan sebelumnya telah lahir dengan sempurna, tidak kurang sesuatu apapun, salah satu hal yang sangat amat ku syukuri walaupun hadirnya penuh dengan ketidakpastian, banyak harapan-harapan yang tidak terlaksana menjelang kelahirannya, tapi itu semua sirna ketika mendengar tangisannya ketika dokter mengeluarkannya dari perutku, "Alhamdulillah, semoga ibu bisa mengiringi setiap langkah kamu di dunia" pikirku. Ia sekarang telah menginjak hampir 10 bulan, tak terasa rasanya semenjak aku mendengar tangisnya pertama kali, sudah banyak bisa nya, hari-hari bersamanya mengembangkan senyumku setiap hari. Walaupun balik lagi, banyak sekali harapku untuk bisa mengiringi tumbuh kembangnya yang ternyata lagi-lagi tidak terlaksana, targetku mengAsihinya selama 2 tahun gagal karena kuasa Tuhan yang lain, ya.. ada adiknya kembali di perutku. Entah kadang aku merasa perjalananku menjadi orang tua ini menjadi perjalanan yang sangat sulit, aku ber...