Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2022

my ovt mode (2)

Kita memang membutuhkan " the only one " kita masing-masing, satu saja untuk menggantikan seluruh perhatian jutaan manusia yang kita butuhkan untuk sekedar validasi diri.. Aku sampai pada titik lelah mencari sebuah validasi, jadi sangat amat mudah bagiku untuk tersanjung terhadap sesuatu yang sebenarnya merupakan basic manner yang tidak perlu diagungkan keberadaannya..

my ovt mode (1)

In a quarter life ini kita terlalu dewasa untuk terlalu polos menganggap segala hal adalah yang pertama kali di hidup, rata-rata merupakan hasil dari trauma pahit sebelumnya, apalagi tentang cinta, sulit rasanya menemukan orang yang benar-benar hidup tanpa rasa trauma pahit didalamnya.. Mencoba untuk tidak menggeneralisir bahwa setiap orang memiliki sifat yang sama adalah salah satu cara terbaik menyembuhkan luka, berdamai dengan seluruh trauma yang ada dan memulai semuanya kembali dengan orang yang baru..

Arah langkah

Katanya, rasanya ga adil klo kita menempatkan diri sebagai sepatu nya orang lain, karena kita ngga pernah tau ke arah mana langkah si pemilik sepatu dan apa yang dia pikirkan.. Ini aku, si Nisa dengan segudang rasa ngga enakannya, rasa takutnya yang takut akan penerimaan dunia padanya, si overthinker ulung yang mudah mencuitkan isi kepalanya di twitter, dia memang terlihat minim pengalaman soal rasa, terlihat rookie dalam relationship, memang apa yang dia pikirkan selalu dianggap remeh temeh oleh si “paling berpengalaman”. Gapapa ya, telan saja.. mereka ga pernah tau kemana arah langkahmu, ngga pernah mengerti caramu pulih akan masalah yang menurut mereka receh dan layak dikomentari, ga pernah tau sedalam apa rasa yang kamu punya hanya untuk menuangkan isi pikiranmu disetiap twit mu, mereka yang merasa paling tau kamu dibanding dirimu sendiri, gapapa.. Kamu benar, kamu layak, kamu berani and I always proud of you! Keep rockk!! 

Rehat

Disini, tempat ku mengamati bayang-bayang samar diriku bersama jcopucino (bener ini ga si namanya wkwk) dan lantunan lagu rehat - kunto aji, dilengkapi oleh hiruk pikuk jalanan kota Jayapura. Dengan keseharianku bersama Rafika di kamar kost, ku rasa situasi seperti ini dirasa perlu untuk recharge kembali daya ku untuk mengenal diriku sendiri lebih dalam.. Mengenal kembali apa yang sebenarnya aku tuju didunia ini, dan fokus pada hal itu tanpa terus menerus memikirkan orang lain. Hal yang harus aku tekankan saat ini adalah, aku harus melakukan apapun di dunia ini hanya untuk diriku, bukan untuk siapapun.. Termasuk menulis disini, aku melakukannya untuk diriku, tanpa butuh pengakuan dan validitas dari orang lain tapi tetap membuatku bahagia..

sampai pada titik ini

Akhirnya, titik yang ku takutkan terjadi juga.. Titik dimana semua rumah keluh kesahku pergi, mereka tidak sama lagi, tidak sama seperti janjinya untuk selalu jadi tempat terbaikku berkeluh kesah, aku yang sebelumnya tanpa beban menceritakan semuanya, sekarang menjadi terlalu kelu untuk mengutarakan apa yang aku rasakan, tapi kurasa ini adalah proses dewasa yang memang akan terjadi, sekarang atau nanti. Pada akhirnya, hanya diri sendirilah yang dapat diandalkan pada situasi apapun, semangat diriku... 😊

Asa yang sederhana

Apalah aku ini...  Aku bahkan tidak berani memiliki asa yang tinggi terhadap kisah romansaku, aku hanya ingin berarti baginya, dicintai sepenuh hati dan menjadi orang sebagai tempatnya pulang. Tanpa kriteria dan asa yang tinggi, hanya ingin melihatnya tertawa ketika melihatku tertawa, melihatnya tersenyum jahil menggodaku, menyandarkan kepalaku pada dadanya yang bidang, dan meminjamkan bahuku untuk tempatnya menangis..  Asa ku hanya sederhana, tapi ku jamin, rasa sayang yang ku berikan padanya tidak akan sederhana..

Menetap

Sekarang aku tahu betapa berartinya pernikahan, semakin dewasa aku mengerti betapa berartinya menetap bersama orang yang tepat, betapa berartinya kata "pulang" yang bukan hanya bermakna "tempat" tapi juga bermakna "orang", betapa beratnya perpisahan dan betapa berartinya pelukan hangat ketika kembali. Jiwa mudaku yang selalu ingin berkelana menyusuri setiap sudut kota di negeri ini, seketika hilang, tergantikan dengan segelas kopi dan obrolan malam yang hanya berdurasi tidak lebih dari 3 jam. Namun, disana aku merasakan kembalinya jiwaku yang hilang. Seketika ku ingin memberhentikan waktu, tetap tinggal menetap di "rumah" ku itu..

Definisi kesepianku

Setelah nonton 25 - 21, akhirnya aku dapat mendefinisikan apa sebenarnya yang hilang dihidupku, apa yang membuat aku merasa tidak utuh lagi dalam menjalani hari..  Aku, Nisa, Anis, Aniseu, Niseu adalah anak yang selalu happy jika ada orang yg ku sayang mengandalkanku, percaya padaku dan memberikan aku ruang untuk mendukungnya, hal yang hilang saat aku harus merantau ke tanah ini, ku harus mulai dari 0 kembali, menemukan dan membangun kepercayaan yang akan ku konversi menjadi rasa sayang, begitu panjangnya proses itu hingga keberfungsianku sebagai " your 1st supporter " perlahan memudar, aku sulit menemukan "happy" ku itu..  Disisi lain, aku semakin takut akan keberfungsianku itu semakin hilang pada teman-temanku di rumah, merasa menjadi teman yang gagal dan useless , karna perasaan yang seperti itu membuatku makin takut melihat kabar mereka, takut ketika melihat kabar mereka sedang tidak baik-baik saja dan aku tidak bisa berbuat apa-apa,, 

Tempatku bersandar

Dewasa ini, pada titik ini 1 April 2022 tepat diusiaku 25 tahun 5 bulan 22 hari, aku hampir menyerah dengan keadaan, menyerah pada kemandirian yang selama ini ku agung-agungkan dan ku banggakan kehadirannya.. Saat ini, ku ingin sekali saja menyandarkan hidupku kepada seseorang, sebentaaaar saja.. Aku lelah dianggap kuat sendiri, lelah dianggap bisa menopang segalanya sendiri, dengan ini aku nyatakan klo aku tidak bisa, aku tidak kuat, aku lelah, aku frustasi..

perihal dicintai

Perihal dicintai, aku memang memiliki pengalaman yang tidak bagus haha.. Seumur hidup, ga pernah ada satupun orang yang bilang kalau dia menyayangi ku atau mencintaiku, aku sampai mencari-cari kenapa begitu sulitnya aku untuk dicintai, entah apa yang salah pada diriku ini. Awalnya aku menyalahkan keelokan fisik menjadi satu-satu penyebabnya, ((AKU TIDAK CANTIK)) bergema disetiap nafas hidupku hingga kini, aku coba berbagai hal untuk menghilangkannya, dengan merawat diri misalnya, memakai skin care dan merawat rambut yang aku pikir akan mengubah pemikiran bahwa "aku tidak dicintai siapapun" dengan setidaknya ada satu orang yang paling mencintaiku, siapa dia? diriku sendiri. Tapi persetan dengan kata-kata "kita hanya dapat mengandalkan diri sendiri" pada akhirnya, kita tetap butuh pengakuan orang lain, pengakuan minimal dari seseorang yang sangat ku cintai, semuanya kosong tak bermakna ketika itu tidak ada, sama sekali tidak membuatku menjadi pribadi yang lebih baik, ...

rindu diriku yang dulu

Kadang, menyadari klo dalam diri gue ga ada yang bisa dicintai lebih baik daripada yakin klo gue pantas buat dicintai,, Tenang, tanpa ekspektasi dan asumsi karna keyakinan yang gue pegang cuma satu, yakin ga bakal ada orang yang suka sama gue..  Gue pasti lebih fokus perhatian sama diri sendiri, tanpa caper sana sini.. I miss my old self, when I don't know di part mana gue pantes buat disukai, semuanya mengalir sesuai apa yang gue mau, tanpa bayang-bayang untuk menarik perhatian orang lain, gue adalah gue yang selalu ceria, cuek dan tangguh..