Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Nyaman?

Sebuah kata yang menuntut kita sebagai makhluk sosial untuk ditemukan. Sebuah kata yang terdengar simpel tapi sulit sekali di cari. Entah siapa yang salah, aku? Lingkunganku? Atau keadaan disekitarku?. Bagaimana apabila aku sudah berusaha mencari ke'nyaman'an itu tapi dia tak kunjung ku dapatkan? Apa aku harus mundur dan mencari lingkungan baru? Atau tetap tinggal?

Bintang di langit itu..

Hai.. Kamu yang selalu bersinar ditengah ketakutanku akan kegelapan, yang selalu memberikan ku kekuatan untuk berdiri, menemaniku dalam kesepian, sang pengembali senyumku..  Aku ngga tau kamu itu apa, apakah sebuah bintang atau planet. Tapi yang pasti, kamu selalu bersinar dimanapun aku berada..  Terima kasih akan seluruh energi yang tersampaikan padaku. Tetap disana, menjadi bintangku yang paling terang, hingga suatu saat aku akan membawa "Dia" untuk ku kenalkan padamu bahwa sebelum "Dia" ada kamu yang jadi temanku dikala aku kesepian..  Atau mungkin "Dia" nya aku telah lebih dulu memandang mu? Semoga..  Agar aku, kamu dan dia merasakan energi yang sama, energi kebahagiaan itu... Ajak Tuhan untuk bekerja sama dengan mu untuk menuntunku untuk bertemu "Dia" nya aku yahh, haha lucuu..  Itu hanya sekedar harapan, harapan bahwa dia dan aku memandang ke arah yang sama, ke langit yang sama dan ke bintang yang sama... Siapa? Kamu..

Lucu Aja

Okeh, mulai dari mana yah?  Gini deh, aku emang bukan penulis yang selalu setiap saat ada aja ide nya buat nulis. Blog ini pun, aku tulis kalo emang suasana hati ku lagi sedih sesedih-sedihnya atau happy sehappy happy nya..  Blog ini pun ngga aku publikasikan ke siapapun, karna emang dari awal aku nulis ini cuma buat numpahin emosi aja wkwk Ngga terasa, udh lumayan banyak yang udah ku post, dari mulai sedih nya sampe happy nya. Lucu nya air mataku kembali menetes ketika baca tulisanku yang emang ku tulis waktu aku lagi sedihh, entah ada energi apa, mungkin ini semacem energi yang tersampaikan karena penulisan pakai hati, mungkin ini juga cara yang dipakai penulis novel handal buat nulis novelnya, "pake hati" klo kita ngerjain sesuatu pakai hati, maka maksud itu akan tersampaikan..  Mungkin ini satu-satu nya tulisanku yang ngga jelas apa emosi nya, karena ku juga lagi ngga happy-happy amat juga ngga sedih-sedih amat, okedeh sekian haha...

Asing kembali

Yaaa..  Hari ini datang lagi..  Hari dimana semua kembali lagi ketitik 0, disaat semua tak saling mengenal... Sebuah siklus perjalanan hidup manusia yang dimana setelah ada kemesraan pasti akan ada perpisahan, sampai pada akhirnya semua terasa asing kembali, dia bukan lagi dia sahabatku yang dulu, dia bukan lagi adikku yang dulu, dia bukan lagi kakakku yang dulu. Sedih rasanya, ketika sebuah "gengsi" mengalahkan rasa sayang yang dulu pernah ada. Sebuah kata yang bisa menghancurkan segala kenangan yang telah terbangun rapi, ya.. Sebuah kata yang perlahan menghantarkan perjalanan anak manusia pada " turning point " nya. Semua hilang, kemesraan itu udah gada lagi..

maaf, ku tak mengakhirinya dengan baik

maaf, ku tak mengakhirinya dengan baik......... seperti peribahasa " Kena nila setitik, rusak susu sebelangga" ya.. entah, kadang aku merasa aku terlalu menikmati sebuah pujian tanpa memikirkan sebuah konsekuensi bahwa dengan pujian itu, orang akan berekspektasi lebih terhadap ku, dan karena hal ini pula aku merasa useless ketika sebuah pekerjaan yang ditugaskan kepadaku tidak berjalan dengan baik. feel like "gilaa yah, lu udah dikasih kepercayaan sister, tpi lu gak lakuin dengan rapih" disitu aku ngerasa jadi orang paling ga berguna didunia. seperti dunia ikut menjudge ku "gilaaa, lu tuh cuma disuruh begitu doang, masa ga bisa sih". hati ku berkata begitu, tapi otakku berusaha mencari-cari pembelaan. otakku emang organ paling menyebalkan didunia, perannya terlalu mengkontrol isi hati yang sebenarnya paling jujur dan paling aku percaya kebenarannya. bodohnya mulutku selalu mengikuti si otak yang terlalu "overcontrol". sesekali aku mengelak apa ...

happines in my version :)

let's start your day with smile in others :) Hari ini aku melihat banyak cara membuat orang bahagia, karena pada dasarnya memang kebahagiaan itu mudah digapai dengan cara-cara yang amat sederhana. B ahagianya orang di notice idolanya di sosial media walaupun hanya dengan satu kata, bahagianya orang melihat dua orang yang mereka "ship" kan berbalas komen,  just a simple like that.... Seiring berjalannya waktu yang sangat mendewasakan ku, sepertinya aku mulai menemukan berbagai cara sederhana untuk bahagia, melihat temanku bahagia ketika ku ajak ke tempat favoritku, melihat keponakanku yang belum lancar bicara bilang " Azka sayang aunty " (seketika badan ku meleleh), membaca chat dari seseorang adik atau teman yang meminta bantuan (entah merasa berharga aja klo dichat begitu :')), melihat ibuku tersenyum bangga ketika tahu aku berhasil lolos CPNS (ini sih yang paling favorit)  I felt like  udah mengangkat bongkahan batu besar dari pundaknya.  oh GOD, that...

Entah Apa Ini Namanya..

Pernah nonton peragu kertas? Itu merupakan salah satu film kesukaanku, didalamnya banyak terucap kata-kata indah yang hingga saat ini masih terbayang di otakku.. "cari orang yang ngasih kamu segalanya, tanpa kamu harus minta" kata-kata remi kepada Kugy.. Entah kenapa.. kata-kata itu selalu terbayang di otakku. Setelah dipikir, kadang aku merasa butuh seseorang itu.. Dia yang tau apa yang aku mau tanpa aku harus bilang, Dia yang kasih segalanya tanpa aku harus minta.. Sebuah pikiran yang selalu kuanggap terlalu bodoh, terlalu muluk-muluk.. Hmmm..  Entah pikiran itu salah atau tidak, yang kupercaya sekarang ialah hidup ini pasti penuh dengan timbal balik, mungkin aku tidak pernah berbuat demikian kepada seseorang, Rasanya... Terlalu berlebihan saja jika aku meminta diperlalukan tanpa harus memperlakukan seseorang seperti apa yang aku ingin diperlakukan..

Terlalu takut terbang tinggi

Aku terlalu takut terbang tinggi, walau sebenarnya aku ingin.. Aku takut terbang tinggi, karena aku tau jatuh itu sakit.. Aku takut terbang tinggi, karena aku tau pandangan ke bawah selalu mengerikan.. Terjatuh dari tempat landai pun sangat menyakitkan bagiku... Apalagi dari tempat yang tinggi.. Otakku mungkin lebih bijaksana menahan sakitnya.. Tapi hatiku? Rasanya aku ragu..