Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2020

Karang

Layaknya karang, kau seolah acuh dan diacuhkan... Tidak ada yang peduli padamu.. Sesekali, kau menggores luka pada setiap kaki yang menyentuhmu.. Tidak ada yang tau, kau bekerja keras menahan derasnya ombak, tempat berlindung binatang² yang rapuh seperti ku.. Bodohnya, ku baru menyadari seberapa keras kau melindungi ku setelah kau tiada.. Bodohnya, aku baru menyadari kalau aku butuh kerasmu untuk aku bersandar.. Semua terlambat, aku belum kuat berpijak.. Tanpamu, aku seperti berjalan tanpa beranjak.. Entah sejauh mana aku akan melangkah, Hanya ini yang bisa ku lakukan Mencoba bertahan.. 

Beringin

Sejak dulu si beringin hanya ingin dikenang..  menyejukan, melindungi dan sebagai saksi sejarah Rana kecil yang selalu bermain menggoreskan nama orang yang paling dia cintai pada tubuh kokoh beringin.  Beringin selalu berusaha melebatkan daunnya agar cahaya matahari tidak mengenai Rana yang masih dengan nyaman bermain bersamanya.  Semakin lama, rasa sayang itu tumbuh, Rana kecil semakin tumbuh dewasa. Beringin semakin menua, sebentar lagi dia akan mati, dia tak ingin Rana akan bersedih jika sudah tidak bersamanya lagi. Perlahan, beringin mulai merontokkan daunnya agar Rana merasa tidak nyaman lagi berada di dekatnya.  Keinginannya berubah, dia tidak lagi ingin dikenang, dia hanya ingin Rana yang amat dicintainya akan selalu baik-baik saja tanpanya..  

seperti Dandelion

Seperti setiap benih dandelion yang selalu ikhlas terlepas dan tak tau dimana akan jatuh, aku pun ingin seperti itu..  keyakinannya hanya pada kebaikan angin, dimana pun ia ditempatkan, entah itu padang rumput yang hijau atau tanah gurun yang tandus, ga semua arah yang dia tuju adalah apa yang ia inginkan..  Harapannya hanya satu, dimana pun dia berada selalu ada keceriaan disana, banyak yang bermain dengannya disana, menghembuskan setiap benih dengan memejamkan mata penuh harapan, dia ingin seperti itu, membuat setiap orang yang bersamanya memiliki harapan untuk hidup lebih baik, seperti dirinya..   Kemanapun itu..

Tentang mentari

 "Itu Aku!" katanya dalam diam saat melihat bulan merayu bumi akan kecantikan sinarnya..  Dia hanya diam..  Yang dia tau, cuma bulan yang terlihat menawan.. Yang dia tau cuma bulan yang dikagumi dalam gelap.. Yang dia tau cuma bulan yang menjadi tempat semua orang menyandarkan malamnya..  Bahkan, tidak ada yg melihat ke arahnya saat dia sedang kuat menunjukkan sinarnya..   Dia cantik, Bagi penikmat senja dan fajar.. Dia hanya salah arah dalam mengharap..