Entah kenapa aku suka banget bunga itu, padahal bunga itu ngga wangi, dan bukan karena warna kuning nya kalo dia udah mekar, tapi karena warna putih setelah dia gugur. Ketika itu, dia harus rela melepaskan satu persatu batang berbulunya karena percaya angin akan membawanya ke tempat yang terbaik untuknya berkembang. Dari bunga kecil ini aku belajar sebuah pengorbanan, pengorbanan yang ditunjukan bunga - bunga kecil yang sering diacuhkan orang - orang dijalan karena dianggap tak memiliki arti. Bunga ini juga mengajarkanku akan artinya kepercayaan, kepercayaan pada angin yang akan membawanya pergi tanpa takut tersakiti oleh angin. Hal yang sampai saat ini sulit untuk kulakukan, termasuk kepada diri sendiri. Entah waktu akan mengubahnya atau tidak, tapi untuk saat ini aku hanya perlu belajar pada hal kecil yang mungkin lebih dewasa dari aku sendiri, seperti dandelion..
Setelah ku menemukan Dia ku, Tuhan baik sekali mencipta sosok penyemangat lain nya, dia skrg ada di perutku, sosok yg geraknya membuat perutku geli hihi, bentar lagi kita ketemu, hanya tinggal menghitung hari yeayyy!! Selama bersamanya aku berfikir bahwa Tuhan mencipta kuatku bersama ujian nya, ya aku bisa dibilang berhasil menjaga nya sampai sejauh ini dengan sehat dan baik, walaupun perjalananku bersamanya cukup sulit, frekuensi tangisku lebih banyak, di masa inilah aku menemukan berbagai masalah yg tak kunjung usai mungkin hingga saat ini, tapi seperti yg aku bilang bahwa Tuhan mencipta kuatku bersama ujiannya, Tuhan ngga pernah salah memilihkan ujian hambanya, walaupun sedih sering menghampiri, aku rasa aku masih kuat menghadapinya karena kepercayaan itu, yg terpenting saat ini adalah kebahagiaan belahan jiwa diperutku dan pendamping hidupku yang merupakan salah satu berkah yg Tuhan berikan ditengah kesulitan ini bersama orang - orang yang membersamainya.. Sisanya, hanya...

Komentar
Posting Komentar