Langsung ke konten utama

peng-aku-an

Pengakuan...

Sebuah kata sederhana namun menjadi amat penting bagi sebagian orang untuk motivasi dirinya. Katanya, seorang plegmatis sangat amat membutuhkan ini. Tapi apakah kita melakukan segalanya hanya untuk sebuah pengakuan? Bukankah akan lebih sakit hati apabila kita terlalu berharap suatu pengakuan tapi tak kita dapatkan? sebagian orang lainnya menganggap "pengakuan" ini tidak begitu penting, yang terpenting bagi orang - orang ini adalah mengerjakan semua dengan hati, karena mereka hanya mementingkan kebahagiaan hati untuk mengerjakan suatu pekerjaan. Namun, apakah orang - orang ini yakin memiliki kebahagiaan tanpa adanya pengakuan dari orang lain? Bukan kah sulit untuk bahagia jika tak ada orang yang mendukung pekerjaan kita?

Jujur, aku sempat cemburu dengan orang yang mendapat perhatian lebih dari orang lain padahal dia ngga terlalu bekerja keras menurutku. Menurut seseorang yang melakukan tes kecil untukku, aku memang orang yang plegmatis, aku butuh pengakuan untuk motivasi dalam diriku. Tapi, aku sadar pengakuan itu ngga senantiasa kita dapatkan atas semua yang kita lakukan, terkadang banyak kritik yang mendera, awalnya sulit untukku menerima semua kritik itu, tapi aku sadar itu baik untuk menempa jiwaku untuk lebih kokoh, kata salah seorang temanku "kita emang didesain untuk bermental baja" sebuah kata - kata yang menyadarkanku bahwa aku bukan sedang di terpa masalah tapi sedang ditempa oleh masalah, agar aku menjadi pribadi yang cantik dan bernilai.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tuhan mendatangkan kuatku bersama ujiannya

Setelah ku menemukan Dia ku, Tuhan baik sekali mencipta sosok penyemangat lain nya, dia skrg ada di perutku, sosok yg geraknya membuat perutku geli hihi, bentar lagi kita ketemu, hanya tinggal menghitung hari yeayyy!!  Selama bersamanya aku berfikir bahwa Tuhan mencipta kuatku bersama ujian nya, ya aku bisa dibilang berhasil menjaga nya sampai sejauh ini dengan sehat dan baik, walaupun perjalananku bersamanya cukup sulit, frekuensi tangisku lebih banyak, di masa inilah aku menemukan berbagai masalah yg tak kunjung usai mungkin hingga saat ini, tapi seperti yg aku bilang bahwa Tuhan mencipta kuatku bersama ujiannya, Tuhan ngga pernah salah memilihkan ujian hambanya, walaupun sedih sering menghampiri, aku rasa aku masih kuat menghadapinya karena kepercayaan itu, yg terpenting saat ini adalah kebahagiaan belahan jiwa diperutku dan pendamping hidupku yang merupakan salah satu berkah yg Tuhan berikan ditengah kesulitan ini bersama orang - orang yang membersamainya..  Sisanya, hanya...

Bohong

Aku lelah membohongi diri sendiri..  Aku lelah terus menerus berkhayal bisa hidup bersamamu suatu saat nanti..  Jujur, aku bisa saja minimal jujur tentang perasaanku, bukan padamu, tapi kepada temanku..  Tapi kembali lagi, perisai penahanku selalu melarangnya, "jangan! Dia blm tentu jadi milikmu, seperti setiap doa yang kau panjatkan pada Tuhan" Aku capek, capek sekali..  Bisa ga si Tuhan, kasih aku sesuatu petunjuk agar aku bisa yakin klo rasaku tak salah? Agar aku benar - benar yakin untuk memutuskan, bertahan atau menghilang.. 

Dia yang ku temukan dan juga menemukanku..

Akhirnyaa.. aku sampai pada titik ini, titik dimana aku menemukan kamu, kamu yang jelas dan terang, tanpa abu-abu dan rasa ragu seperti biasanya. Seseorang yang cukup tahan dengan ketidakjelasan sikap ku, seseorang yang untuk pertama kalinya aku merasa dibutuhkan dan disayangi, seseorang yang denganya aku tidak pernah segan menceritakan segala hal yang mengganggu pikiranku sejak lama, seseorang yang perlahan membuka kotak rahasia hidupku dan perlahan mengurai tumpukan rasa takut ku yang berjejal sejak lama dan dia gantikan dengan taburan harum kepercayaan dan rasa takut kehilangan Terima kasih, pada akhirnya aku percaya pada hal indah yang bernama cinta, hal yang memang harus ku pertahankan adanya sampai pada akhirnya kamu sendiri yang meminta aku untuk melepaskan atau dengan cara Tuhan