Pengakuan...
Sebuah kata sederhana namun menjadi amat penting bagi sebagian orang untuk motivasi dirinya. Katanya, seorang plegmatis sangat amat membutuhkan ini. Tapi apakah kita melakukan segalanya hanya untuk sebuah pengakuan? Bukankah akan lebih sakit hati apabila kita terlalu berharap suatu pengakuan tapi tak kita dapatkan? sebagian orang lainnya menganggap "pengakuan" ini tidak begitu penting, yang terpenting bagi orang - orang ini adalah mengerjakan semua dengan hati, karena mereka hanya mementingkan kebahagiaan hati untuk mengerjakan suatu pekerjaan. Namun, apakah orang - orang ini yakin memiliki kebahagiaan tanpa adanya pengakuan dari orang lain? Bukan kah sulit untuk bahagia jika tak ada orang yang mendukung pekerjaan kita?
Jujur, aku sempat cemburu dengan orang yang mendapat perhatian lebih dari orang lain padahal dia ngga terlalu bekerja keras menurutku. Menurut seseorang yang melakukan tes kecil untukku, aku memang orang yang plegmatis, aku butuh pengakuan untuk motivasi dalam diriku. Tapi, aku sadar pengakuan itu ngga senantiasa kita dapatkan atas semua yang kita lakukan, terkadang banyak kritik yang mendera, awalnya sulit untukku menerima semua kritik itu, tapi aku sadar itu baik untuk menempa jiwaku untuk lebih kokoh, kata salah seorang temanku "kita emang didesain untuk bermental baja" sebuah kata - kata yang menyadarkanku bahwa aku bukan sedang di terpa masalah tapi sedang ditempa oleh masalah, agar aku menjadi pribadi yang cantik dan bernilai.
Komentar
Posting Komentar