Langsung ke konten utama

kesayangan

Pernah ngga sih kalian berasa sayanggg banget sama temen kalian? jawabannya pasti pernah, bahkan diantara kalian ada yang punya temen dri orok sampe segede bagong wkwk.. 

Entah, kali ini aku ngerasa sayang yang se sayang sayangnyaaaa... bukan buat satu orang aja tapi buat banyak orang. sayangnya aku ke mereka bukan karna sayangnya ke sesama temen tapi lebih dari itu, bahkan aku ngerasa kayak sayang sama anak sendiri, berat banget ngelepas mereka untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya, rasanya pengen selalu bersama mereka terus menerus....

Ceritanya, mereka itu sebenernya staff ku di sebuah organisasi. satu tahun bersama membuat kita semakin lengket layaknya keluarga sungguhan, mereka anak - anak dengan beragam sifat dan tingkah laku yang berbeda - beda, aku ngga pernah memperlakukan mereka sama karna sifat mereka yang berbeda, haha kayak ibu beneran yak ;') 

Sekarang, satu tahun telah berlalu mereka udah punya adik - adik baru, salah satu dari mereka terpilih untuk memimpin divisi ini. dan aku? aku lebih memilih untuk pindah divisi lain, bukan tanpa alasan aku hanya ingin menjadikan dia pemimpin yang tidak mengandalkan orang lain dari awal kepemimpinannya, sering dia memintaku untuk bertahan hingga menyuruh ketua umum membujukku. tapi aku tetap pada pendirianku untuk pindah dari sana, keputusan yang ga gampang, di sisi lain, aku masih ingin membangun divisi ini bersama dia dan anak - anak ku yang lain yang masih bertahan disini, tapi aku ngga mau mereka masih ketergantungan kepada ku. lagi pula aku yang sudah semester akhir membuat jadwal kuliahku semakin padet diiringi dengan penyusunan tugas akhir yang pasti memakan waktu yang panjang, aku ngga mau memakan jatah produktif didivisi ini dengan ketidak produktifan aku, lebih baik aku digantikan dengan seseorang anggota baru yang banyak memiliki waktu luang, untuk itu ku biarkan mereka lepas, beraaat rasanya hingga berhari hari aku memikirkan nya sembari meneteskan air mata ditengah perjalanan ku pulang, aku cuma pengen mereka dewasa dengan cara mereka sendiri, mandiri, dan berkembang. Mungkin aku juga belum maksimal memberikan ilmu ke mereka, hingga itu yang menjadi beban untukku meninggalkan mereka, tapi aku masih di organisasi yang sama, mereka bisa dengan leluasa bertanya kepadaku walau aku ngga bisa berada didalam divisinya. semangat belajar kembali ya semua nyaaa.. 

Percaya lah aku selalu memantau kalian dari berbagai sisi, sekarang waktunya kalian yang berkarya lebih, cihuyyyy :) 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tuhan mendatangkan kuatku bersama ujiannya

Setelah ku menemukan Dia ku, Tuhan baik sekali mencipta sosok penyemangat lain nya, dia skrg ada di perutku, sosok yg geraknya membuat perutku geli hihi, bentar lagi kita ketemu, hanya tinggal menghitung hari yeayyy!!  Selama bersamanya aku berfikir bahwa Tuhan mencipta kuatku bersama ujian nya, ya aku bisa dibilang berhasil menjaga nya sampai sejauh ini dengan sehat dan baik, walaupun perjalananku bersamanya cukup sulit, frekuensi tangisku lebih banyak, di masa inilah aku menemukan berbagai masalah yg tak kunjung usai mungkin hingga saat ini, tapi seperti yg aku bilang bahwa Tuhan mencipta kuatku bersama ujiannya, Tuhan ngga pernah salah memilihkan ujian hambanya, walaupun sedih sering menghampiri, aku rasa aku masih kuat menghadapinya karena kepercayaan itu, yg terpenting saat ini adalah kebahagiaan belahan jiwa diperutku dan pendamping hidupku yang merupakan salah satu berkah yg Tuhan berikan ditengah kesulitan ini bersama orang - orang yang membersamainya..  Sisanya, hanya...

Bohong

Aku lelah membohongi diri sendiri..  Aku lelah terus menerus berkhayal bisa hidup bersamamu suatu saat nanti..  Jujur, aku bisa saja minimal jujur tentang perasaanku, bukan padamu, tapi kepada temanku..  Tapi kembali lagi, perisai penahanku selalu melarangnya, "jangan! Dia blm tentu jadi milikmu, seperti setiap doa yang kau panjatkan pada Tuhan" Aku capek, capek sekali..  Bisa ga si Tuhan, kasih aku sesuatu petunjuk agar aku bisa yakin klo rasaku tak salah? Agar aku benar - benar yakin untuk memutuskan, bertahan atau menghilang.. 

Dia yang ku temukan dan juga menemukanku..

Akhirnyaa.. aku sampai pada titik ini, titik dimana aku menemukan kamu, kamu yang jelas dan terang, tanpa abu-abu dan rasa ragu seperti biasanya. Seseorang yang cukup tahan dengan ketidakjelasan sikap ku, seseorang yang untuk pertama kalinya aku merasa dibutuhkan dan disayangi, seseorang yang denganya aku tidak pernah segan menceritakan segala hal yang mengganggu pikiranku sejak lama, seseorang yang perlahan membuka kotak rahasia hidupku dan perlahan mengurai tumpukan rasa takut ku yang berjejal sejak lama dan dia gantikan dengan taburan harum kepercayaan dan rasa takut kehilangan Terima kasih, pada akhirnya aku percaya pada hal indah yang bernama cinta, hal yang memang harus ku pertahankan adanya sampai pada akhirnya kamu sendiri yang meminta aku untuk melepaskan atau dengan cara Tuhan