Langsung ke konten utama

Lucu Aja

Okeh, mulai dari mana yah? 
Gini deh, aku emang bukan penulis yang selalu setiap saat ada aja ide nya buat nulis. Blog ini pun, aku tulis kalo emang suasana hati ku lagi sedih sesedih-sedihnya atau happy sehappy happy nya..  Blog ini pun ngga aku publikasikan ke siapapun, karna emang dari awal aku nulis ini cuma buat numpahin emosi aja wkwk

Ngga terasa, udh lumayan banyak yang udah ku post, dari mulai sedih nya sampe happy nya. Lucu nya air mataku kembali menetes ketika baca tulisanku yang emang ku tulis waktu aku lagi sedihh, entah ada energi apa, mungkin ini semacem energi yang tersampaikan karena penulisan pakai hati, mungkin ini juga cara yang dipakai penulis novel handal buat nulis novelnya, "pake hati" klo kita ngerjain sesuatu pakai hati, maka maksud itu akan tersampaikan.. 

Mungkin ini satu-satu nya tulisanku yang ngga jelas apa emosi nya, karena ku juga lagi ngga happy-happy amat juga ngga sedih-sedih amat, okedeh sekian haha...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tuhan mendatangkan kuatku bersama ujiannya

Setelah ku menemukan Dia ku, Tuhan baik sekali mencipta sosok penyemangat lain nya, dia skrg ada di perutku, sosok yg geraknya membuat perutku geli hihi, bentar lagi kita ketemu, hanya tinggal menghitung hari yeayyy!!  Selama bersamanya aku berfikir bahwa Tuhan mencipta kuatku bersama ujian nya, ya aku bisa dibilang berhasil menjaga nya sampai sejauh ini dengan sehat dan baik, walaupun perjalananku bersamanya cukup sulit, frekuensi tangisku lebih banyak, di masa inilah aku menemukan berbagai masalah yg tak kunjung usai mungkin hingga saat ini, tapi seperti yg aku bilang bahwa Tuhan mencipta kuatku bersama ujiannya, Tuhan ngga pernah salah memilihkan ujian hambanya, walaupun sedih sering menghampiri, aku rasa aku masih kuat menghadapinya karena kepercayaan itu, yg terpenting saat ini adalah kebahagiaan belahan jiwa diperutku dan pendamping hidupku yang merupakan salah satu berkah yg Tuhan berikan ditengah kesulitan ini bersama orang - orang yang membersamainya..  Sisanya, hanya...

Bohong

Aku lelah membohongi diri sendiri..  Aku lelah terus menerus berkhayal bisa hidup bersamamu suatu saat nanti..  Jujur, aku bisa saja minimal jujur tentang perasaanku, bukan padamu, tapi kepada temanku..  Tapi kembali lagi, perisai penahanku selalu melarangnya, "jangan! Dia blm tentu jadi milikmu, seperti setiap doa yang kau panjatkan pada Tuhan" Aku capek, capek sekali..  Bisa ga si Tuhan, kasih aku sesuatu petunjuk agar aku bisa yakin klo rasaku tak salah? Agar aku benar - benar yakin untuk memutuskan, bertahan atau menghilang.. 

Dia yang ku temukan dan juga menemukanku..

Akhirnyaa.. aku sampai pada titik ini, titik dimana aku menemukan kamu, kamu yang jelas dan terang, tanpa abu-abu dan rasa ragu seperti biasanya. Seseorang yang cukup tahan dengan ketidakjelasan sikap ku, seseorang yang untuk pertama kalinya aku merasa dibutuhkan dan disayangi, seseorang yang denganya aku tidak pernah segan menceritakan segala hal yang mengganggu pikiranku sejak lama, seseorang yang perlahan membuka kotak rahasia hidupku dan perlahan mengurai tumpukan rasa takut ku yang berjejal sejak lama dan dia gantikan dengan taburan harum kepercayaan dan rasa takut kehilangan Terima kasih, pada akhirnya aku percaya pada hal indah yang bernama cinta, hal yang memang harus ku pertahankan adanya sampai pada akhirnya kamu sendiri yang meminta aku untuk melepaskan atau dengan cara Tuhan