Langsung ke konten utama

Rinduku

Aku rindu..
Ketika aku hanya menunggu hitungan jam untuk bertemu orang yang paling aku percaya untuk menceritakan semua masalahku padanya.
Sekarang, aku harus menunggu berbulan-bulan untuk melakukannya..

Aku rindu..
Ketika aku hanya perlu pulang dengan motor atau busway, untuk memeluk ibuku.
Sekarang, butuh pesawat seharga ratusan hingga jutaan untuk melakukannya.

Aku rindu..
Ketika aku hanya harus menempuh 2,5 km untuk sekedar berdiam diri di mall. Sekarang, aku harus menempuh nya dengan jarak hampir 40 km.

Aku rindu..
Aku rindu dengan diriku yang selalu "all is well"
Selalu menganggap semua baik, tanpa ada rasa baper yang bahkan mematahkan hati ku sendiri tanpa ku sengaja.
Sekarang semua nya beda, mungkin ini memang sebuah fase dlm hidup ku yang harus aku jalani. Ngga ada yang akan selalu baik-baik saja, aku merasa sepi disini. Sulit menemukan orang yg bisa ku limpahi keluh kesahku, aku lelah selalu terlihat kuat, aku lelah harus selalu merasa ngga enak sama orang yang akhirnya, semua perkataan ku dan perbuatanku pasti akan salah juga, pasti akan menyakiti orang lain juga.
Sungguh, aku hanya butuh seseorang itu.. 
Dia yang hanya bekerja sebagai pendengar, agar aku bisa mencurahkan segalanya tanpa harus ada kepura-puraan diantara kita. . 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tuhan mendatangkan kuatku bersama ujiannya

Setelah ku menemukan Dia ku, Tuhan baik sekali mencipta sosok penyemangat lain nya, dia skrg ada di perutku, sosok yg geraknya membuat perutku geli hihi, bentar lagi kita ketemu, hanya tinggal menghitung hari yeayyy!!  Selama bersamanya aku berfikir bahwa Tuhan mencipta kuatku bersama ujian nya, ya aku bisa dibilang berhasil menjaga nya sampai sejauh ini dengan sehat dan baik, walaupun perjalananku bersamanya cukup sulit, frekuensi tangisku lebih banyak, di masa inilah aku menemukan berbagai masalah yg tak kunjung usai mungkin hingga saat ini, tapi seperti yg aku bilang bahwa Tuhan mencipta kuatku bersama ujiannya, Tuhan ngga pernah salah memilihkan ujian hambanya, walaupun sedih sering menghampiri, aku rasa aku masih kuat menghadapinya karena kepercayaan itu, yg terpenting saat ini adalah kebahagiaan belahan jiwa diperutku dan pendamping hidupku yang merupakan salah satu berkah yg Tuhan berikan ditengah kesulitan ini bersama orang - orang yang membersamainya..  Sisanya, hanya...

Bohong

Aku lelah membohongi diri sendiri..  Aku lelah terus menerus berkhayal bisa hidup bersamamu suatu saat nanti..  Jujur, aku bisa saja minimal jujur tentang perasaanku, bukan padamu, tapi kepada temanku..  Tapi kembali lagi, perisai penahanku selalu melarangnya, "jangan! Dia blm tentu jadi milikmu, seperti setiap doa yang kau panjatkan pada Tuhan" Aku capek, capek sekali..  Bisa ga si Tuhan, kasih aku sesuatu petunjuk agar aku bisa yakin klo rasaku tak salah? Agar aku benar - benar yakin untuk memutuskan, bertahan atau menghilang.. 

Dia yang ku temukan dan juga menemukanku..

Akhirnyaa.. aku sampai pada titik ini, titik dimana aku menemukan kamu, kamu yang jelas dan terang, tanpa abu-abu dan rasa ragu seperti biasanya. Seseorang yang cukup tahan dengan ketidakjelasan sikap ku, seseorang yang untuk pertama kalinya aku merasa dibutuhkan dan disayangi, seseorang yang denganya aku tidak pernah segan menceritakan segala hal yang mengganggu pikiranku sejak lama, seseorang yang perlahan membuka kotak rahasia hidupku dan perlahan mengurai tumpukan rasa takut ku yang berjejal sejak lama dan dia gantikan dengan taburan harum kepercayaan dan rasa takut kehilangan Terima kasih, pada akhirnya aku percaya pada hal indah yang bernama cinta, hal yang memang harus ku pertahankan adanya sampai pada akhirnya kamu sendiri yang meminta aku untuk melepaskan atau dengan cara Tuhan