Langsung ke konten utama

Untuk kamu, suamiku..

Aku emang terlihat tangguh, tapi sesungguhnya aku lemah, aku butuh kamu selalu di sisiku, tempatku bersandar dan meluapkan segala air mata yang ku tahan di depan banyak orang.. 

Aku memang sulit menceritakan seluruh masalahku pada orang lain, tapi padamu, akan ku serahkan segalanya, segala cerita rasa sakit yang ku rasa.. 

Aku memang selalu terlihat baik-baik saja, tapi sesungguhnya aku tetap anak mama yang cengeng, yang selalu kabur dan lari jika ada kata kasar dan keras kepadaku, jadi tolong jangan pernah biarkan aku pergi, tetaplah disisiku semarah apapun aku padamu.. 

Aku cukup ambisius mengejar karir yg ku mau, Tapi yang pasti, kamu dan keluarga kita tetap jadi prioritasku nanti, tetap dukung aku untuk tetap mengejar mimpiku sekaligus menjadi istri dan ibu yg baik untukmu dan anak-anak kita nanti.. 

Ini aku, istrimu kelak yang akan selalu di sisimu menguatkanmu, memelukmu dan menjadi teman hidupmu kelak, mari kita bertumbuh bersama mencipta keluarga yang didalamnya tersimpan kehangatan dan tempat ternyaman untuk pulang.. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tuhan mendatangkan kuatku bersama ujiannya

Setelah ku menemukan Dia ku, Tuhan baik sekali mencipta sosok penyemangat lain nya, dia skrg ada di perutku, sosok yg geraknya membuat perutku geli hihi, bentar lagi kita ketemu, hanya tinggal menghitung hari yeayyy!!  Selama bersamanya aku berfikir bahwa Tuhan mencipta kuatku bersama ujian nya, ya aku bisa dibilang berhasil menjaga nya sampai sejauh ini dengan sehat dan baik, walaupun perjalananku bersamanya cukup sulit, frekuensi tangisku lebih banyak, di masa inilah aku menemukan berbagai masalah yg tak kunjung usai mungkin hingga saat ini, tapi seperti yg aku bilang bahwa Tuhan mencipta kuatku bersama ujiannya, Tuhan ngga pernah salah memilihkan ujian hambanya, walaupun sedih sering menghampiri, aku rasa aku masih kuat menghadapinya karena kepercayaan itu, yg terpenting saat ini adalah kebahagiaan belahan jiwa diperutku dan pendamping hidupku yang merupakan salah satu berkah yg Tuhan berikan ditengah kesulitan ini bersama orang - orang yang membersamainya..  Sisanya, hanya...

Bohong

Aku lelah membohongi diri sendiri..  Aku lelah terus menerus berkhayal bisa hidup bersamamu suatu saat nanti..  Jujur, aku bisa saja minimal jujur tentang perasaanku, bukan padamu, tapi kepada temanku..  Tapi kembali lagi, perisai penahanku selalu melarangnya, "jangan! Dia blm tentu jadi milikmu, seperti setiap doa yang kau panjatkan pada Tuhan" Aku capek, capek sekali..  Bisa ga si Tuhan, kasih aku sesuatu petunjuk agar aku bisa yakin klo rasaku tak salah? Agar aku benar - benar yakin untuk memutuskan, bertahan atau menghilang.. 

Dia yang ku temukan dan juga menemukanku..

Akhirnyaa.. aku sampai pada titik ini, titik dimana aku menemukan kamu, kamu yang jelas dan terang, tanpa abu-abu dan rasa ragu seperti biasanya. Seseorang yang cukup tahan dengan ketidakjelasan sikap ku, seseorang yang untuk pertama kalinya aku merasa dibutuhkan dan disayangi, seseorang yang denganya aku tidak pernah segan menceritakan segala hal yang mengganggu pikiranku sejak lama, seseorang yang perlahan membuka kotak rahasia hidupku dan perlahan mengurai tumpukan rasa takut ku yang berjejal sejak lama dan dia gantikan dengan taburan harum kepercayaan dan rasa takut kehilangan Terima kasih, pada akhirnya aku percaya pada hal indah yang bernama cinta, hal yang memang harus ku pertahankan adanya sampai pada akhirnya kamu sendiri yang meminta aku untuk melepaskan atau dengan cara Tuhan