Langsung ke konten utama

perihal dicintai

Perihal dicintai, aku memang memiliki pengalaman yang tidak bagus haha..
Seumur hidup, ga pernah ada satupun orang yang bilang kalau dia menyayangi ku atau mencintaiku, aku sampai mencari-cari kenapa begitu sulitnya aku untuk dicintai, entah apa yang salah pada diriku ini.

Awalnya aku menyalahkan keelokan fisik menjadi satu-satu penyebabnya, ((AKU TIDAK CANTIK)) bergema disetiap nafas hidupku hingga kini, aku coba berbagai hal untuk menghilangkannya, dengan merawat diri misalnya, memakai skin care dan merawat rambut yang aku pikir akan mengubah pemikiran bahwa "aku tidak dicintai siapapun" dengan setidaknya ada satu orang yang paling mencintaiku, siapa dia? diriku sendiri.

Tapi persetan dengan kata-kata "kita hanya dapat mengandalkan diri sendiri" pada akhirnya, kita tetap butuh pengakuan orang lain, pengakuan minimal dari seseorang yang sangat ku cintai, semuanya kosong tak bermakna ketika itu tidak ada, sama sekali tidak membuatku menjadi pribadi yang lebih baik, yang ada aku malah menjadi manusia tanpa motivasi, manusia yang berfikir bahwa ketika ku mati pun, sepertinya tidak akan berarti apa-apa untuk mereka, yang mereka perhatikan hanya betapa aku bisa memberi mereka apa yang mereka mau, ketika aku merasa sudah memberi segalanya, mungkin aku hilang pun tidak akan berarti apa-apa.. 

Entah mental kaburku ini baik atau tidak, tapi yang pasti aku hanya ingin hilang terus menerus ketika sedang merasakan ini, mengetes seberapa berfungsinya aku untuk orang lain. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tuhan mendatangkan kuatku bersama ujiannya

Setelah ku menemukan Dia ku, Tuhan baik sekali mencipta sosok penyemangat lain nya, dia skrg ada di perutku, sosok yg geraknya membuat perutku geli hihi, bentar lagi kita ketemu, hanya tinggal menghitung hari yeayyy!!  Selama bersamanya aku berfikir bahwa Tuhan mencipta kuatku bersama ujian nya, ya aku bisa dibilang berhasil menjaga nya sampai sejauh ini dengan sehat dan baik, walaupun perjalananku bersamanya cukup sulit, frekuensi tangisku lebih banyak, di masa inilah aku menemukan berbagai masalah yg tak kunjung usai mungkin hingga saat ini, tapi seperti yg aku bilang bahwa Tuhan mencipta kuatku bersama ujiannya, Tuhan ngga pernah salah memilihkan ujian hambanya, walaupun sedih sering menghampiri, aku rasa aku masih kuat menghadapinya karena kepercayaan itu, yg terpenting saat ini adalah kebahagiaan belahan jiwa diperutku dan pendamping hidupku yang merupakan salah satu berkah yg Tuhan berikan ditengah kesulitan ini bersama orang - orang yang membersamainya..  Sisanya, hanya...

Bohong

Aku lelah membohongi diri sendiri..  Aku lelah terus menerus berkhayal bisa hidup bersamamu suatu saat nanti..  Jujur, aku bisa saja minimal jujur tentang perasaanku, bukan padamu, tapi kepada temanku..  Tapi kembali lagi, perisai penahanku selalu melarangnya, "jangan! Dia blm tentu jadi milikmu, seperti setiap doa yang kau panjatkan pada Tuhan" Aku capek, capek sekali..  Bisa ga si Tuhan, kasih aku sesuatu petunjuk agar aku bisa yakin klo rasaku tak salah? Agar aku benar - benar yakin untuk memutuskan, bertahan atau menghilang.. 

Dia yang ku temukan dan juga menemukanku..

Akhirnyaa.. aku sampai pada titik ini, titik dimana aku menemukan kamu, kamu yang jelas dan terang, tanpa abu-abu dan rasa ragu seperti biasanya. Seseorang yang cukup tahan dengan ketidakjelasan sikap ku, seseorang yang untuk pertama kalinya aku merasa dibutuhkan dan disayangi, seseorang yang denganya aku tidak pernah segan menceritakan segala hal yang mengganggu pikiranku sejak lama, seseorang yang perlahan membuka kotak rahasia hidupku dan perlahan mengurai tumpukan rasa takut ku yang berjejal sejak lama dan dia gantikan dengan taburan harum kepercayaan dan rasa takut kehilangan Terima kasih, pada akhirnya aku percaya pada hal indah yang bernama cinta, hal yang memang harus ku pertahankan adanya sampai pada akhirnya kamu sendiri yang meminta aku untuk melepaskan atau dengan cara Tuhan