Sekarang aku tahu betapa berartinya pernikahan, semakin dewasa aku mengerti betapa berartinya menetap bersama orang yang tepat, betapa berartinya kata "pulang" yang bukan hanya bermakna "tempat" tapi juga bermakna "orang", betapa beratnya perpisahan dan betapa berartinya pelukan hangat ketika kembali.
Jiwa mudaku yang selalu ingin berkelana menyusuri setiap sudut kota di negeri ini, seketika hilang, tergantikan dengan segelas kopi dan obrolan malam yang hanya berdurasi tidak lebih dari 3 jam. Namun, disana aku merasakan kembalinya jiwaku yang hilang.
Seketika ku ingin memberhentikan waktu, tetap tinggal menetap di "rumah" ku itu..
Komentar
Posting Komentar