Katanya, rasanya ga adil klo kita menempatkan diri sebagai sepatu nya orang lain, karena kita ngga pernah tau ke arah mana langkah si pemilik sepatu dan apa yang dia pikirkan..
Ini aku, si Nisa dengan segudang rasa ngga enakannya, rasa takutnya yang takut akan penerimaan dunia padanya, si overthinker ulung yang mudah mencuitkan isi kepalanya di twitter, dia memang terlihat minim pengalaman soal rasa, terlihat rookie dalam relationship, memang apa yang dia pikirkan selalu dianggap remeh temeh oleh si “paling berpengalaman”.
Gapapa ya, telan saja.. mereka ga pernah tau kemana arah langkahmu, ngga pernah mengerti caramu pulih akan masalah yang menurut mereka receh dan layak dikomentari, ga pernah tau sedalam apa rasa yang kamu punya hanya untuk menuangkan isi pikiranmu disetiap twit mu, mereka yang merasa paling tau kamu dibanding dirimu sendiri, gapapa..
Kamu benar, kamu layak, kamu berani and I always proud of you! Keep rockk!!
Komentar
Posting Komentar