Belahan jiwaku yang ku nantikan tahun lalu di postingan sebelumnya telah lahir dengan sempurna, tidak kurang sesuatu apapun, salah satu hal yang sangat amat ku syukuri walaupun hadirnya penuh dengan ketidakpastian, banyak harapan-harapan yang tidak terlaksana menjelang kelahirannya, tapi itu semua sirna ketika mendengar tangisannya ketika dokter mengeluarkannya dari perutku, "Alhamdulillah, semoga ibu bisa mengiringi setiap langkah kamu di dunia" pikirku. Ia sekarang telah menginjak hampir 10 bulan, tak terasa rasanya semenjak aku mendengar tangisnya pertama kali, sudah banyak bisa nya, hari-hari bersamanya mengembangkan senyumku setiap hari. Walaupun balik lagi, banyak sekali harapku untuk bisa mengiringi tumbuh kembangnya yang ternyata lagi-lagi tidak terlaksana, targetku mengAsihinya selama 2 tahun gagal karena kuasa Tuhan yang lain, ya.. ada adiknya kembali di perutku. Entah kadang aku merasa perjalananku menjadi orang tua ini menjadi perjalanan yang sangat sulit, aku berkali-kali merasa kalah oleh keadaan, aku sempat rendah diri, kehilangan motivasi hidup, tapi banyak sekali yang bergantung padaku. Satu hal yang membuat aku merasa beruntung adalah aku tidak pernah kehilangan support suamiku walaupun dia jauh dan tidak setiap saat berada di sampingku, tapi kehadirannya selalu dia usahakan untuk kami. "Selalu ada hal baik yang menyertai setiap perjalanan manusia" awalnya aku kesal dan tidak sependapat dengan kata-kata itu, tapi aku sadar, tanpa hal baik itu, aku tidak akan mungkin bisa bertahan sejauh ini, menjadi ibu rumah tangga yang bekerja, ibu menyusui sekaligus ibu hamil yang harus long distance marriage. Saat ini, tugasku hanya harus menjalani Qada dan Qadhar yang telah digariskan Tuhan kepadaku dan lagi-lagi harus percaya bahwa akan ada hal baik setelahnya. Untuk anak-anakku, Raiandra dan 2 adik kembarnya yang di dalam perut ibu, kalian ga akan kekurangan support dan kasih sayang ibu nak, insyaallah ibu akan selalu mendampingi kalian dalam hal apapun, jangan takut menghadapi dunia, ada support dan doa ibu dan ayah yang mengiringi..
Setelah ku menemukan Dia ku, Tuhan baik sekali mencipta sosok penyemangat lain nya, dia skrg ada di perutku, sosok yg geraknya membuat perutku geli hihi, bentar lagi kita ketemu, hanya tinggal menghitung hari yeayyy!! Selama bersamanya aku berfikir bahwa Tuhan mencipta kuatku bersama ujian nya, ya aku bisa dibilang berhasil menjaga nya sampai sejauh ini dengan sehat dan baik, walaupun perjalananku bersamanya cukup sulit, frekuensi tangisku lebih banyak, di masa inilah aku menemukan berbagai masalah yg tak kunjung usai mungkin hingga saat ini, tapi seperti yg aku bilang bahwa Tuhan mencipta kuatku bersama ujiannya, Tuhan ngga pernah salah memilihkan ujian hambanya, walaupun sedih sering menghampiri, aku rasa aku masih kuat menghadapinya karena kepercayaan itu, yg terpenting saat ini adalah kebahagiaan belahan jiwa diperutku dan pendamping hidupku yang merupakan salah satu berkah yg Tuhan berikan ditengah kesulitan ini bersama orang - orang yang membersamainya.. Sisanya, hanya...
Komentar
Posting Komentar