Langsung ke konten utama

Love you so much, pa'e...

 Aku ngga ngerti kenapa hari ini rasanya sedihhhh banget, bermula dari sebuah harapan untuk mewujudkan apa yang menjadi impianku selama ini, mempercantik makam ayahku yang ku pikir, hal itu hal terakhir yang bisa ku lakukan untuknya. Setelah abangku kesana, ternyata semua nya ngga semudah itu, semua impianku buyarrrrr sudah, aku kecewa, sedih dan patah hati seolah gagal memberikan yang terbaik untuk alm. padahal selama ini, aku ini belum pernah membuatnya bahagia sampai ia dipanggil menghadap Tuhan, seumur hidupnya hanya melihatku membantah tanpa henti, membuatnya marah dan membuatnya seperti tidak pantas menjadi ayahku, padahal dia yang terbaik yang ku punya, aku yang tidak berbakat mengutarakan cinta, dan betapa bangga nya aku memilikinya, seseorang yang sangat berusaha untuk membuat keluarganya merasakan apa yang dia rasakan ketika bersama bosnya, dia selalu mengajakku dan mama untuk ikut merasakan "kemewahan". Tapi aku yang angkuh ini selalu menolak dengan alasan malu mengemis dan meminta kepada orang lain. Aku cuma pingin pa'e liat, klo aku udah bisa dengan jerih payahku sendiri berlaku seperti para bos-bosnya, makan di mall tanpa mikir brp tagihannya, bisa ajak mama belanja tanpa mikir berapa harga belanjaannya, aku cuma pingin pa'e liat tapi gabisaa :(

Entah kenapa waktu aku ingin mempercantik makamnya tapi tidak bisa, tuh rasanya sakitt banget hatiku, aku tau hal itu ngga akan membuat pa'e liat, apalagi kembali. Tapi aku cuma pingin kasih yang terbaik untuknya, udah itu aja.. tapi kayak gitu aja ga bisa, kayak percuma gue berusaha keras selama ini, klo buat memberikan tempat peristirahatan yang layak aja aku ngga bisa..

Sampai suatu ketika aku sadar, ini hanya ego ku, mempercantik makam ngga berarti apa-apa untuk pa'e, ini hanya ego ku yang ingin orang lain melihat betapa kece nya anak bapak Muchtar ini membuat makam ayahnya sangat cantik. Ayahku ga butuh itu, ia hanya butuh doa dari anaknya yang tulus. Bismillah, aku akan jadi anak yang lebih baik lagi, sebagai persembahan untuk ayahku di sana sebagai ganti materi dunia yang tak sempat ku berikan padanya.. 


Love you so much, pa'e...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tuhan mendatangkan kuatku bersama ujiannya

Setelah ku menemukan Dia ku, Tuhan baik sekali mencipta sosok penyemangat lain nya, dia skrg ada di perutku, sosok yg geraknya membuat perutku geli hihi, bentar lagi kita ketemu, hanya tinggal menghitung hari yeayyy!!  Selama bersamanya aku berfikir bahwa Tuhan mencipta kuatku bersama ujian nya, ya aku bisa dibilang berhasil menjaga nya sampai sejauh ini dengan sehat dan baik, walaupun perjalananku bersamanya cukup sulit, frekuensi tangisku lebih banyak, di masa inilah aku menemukan berbagai masalah yg tak kunjung usai mungkin hingga saat ini, tapi seperti yg aku bilang bahwa Tuhan mencipta kuatku bersama ujiannya, Tuhan ngga pernah salah memilihkan ujian hambanya, walaupun sedih sering menghampiri, aku rasa aku masih kuat menghadapinya karena kepercayaan itu, yg terpenting saat ini adalah kebahagiaan belahan jiwa diperutku dan pendamping hidupku yang merupakan salah satu berkah yg Tuhan berikan ditengah kesulitan ini bersama orang - orang yang membersamainya..  Sisanya, hanya...

Bohong

Aku lelah membohongi diri sendiri..  Aku lelah terus menerus berkhayal bisa hidup bersamamu suatu saat nanti..  Jujur, aku bisa saja minimal jujur tentang perasaanku, bukan padamu, tapi kepada temanku..  Tapi kembali lagi, perisai penahanku selalu melarangnya, "jangan! Dia blm tentu jadi milikmu, seperti setiap doa yang kau panjatkan pada Tuhan" Aku capek, capek sekali..  Bisa ga si Tuhan, kasih aku sesuatu petunjuk agar aku bisa yakin klo rasaku tak salah? Agar aku benar - benar yakin untuk memutuskan, bertahan atau menghilang.. 

Dia yang ku temukan dan juga menemukanku..

Akhirnyaa.. aku sampai pada titik ini, titik dimana aku menemukan kamu, kamu yang jelas dan terang, tanpa abu-abu dan rasa ragu seperti biasanya. Seseorang yang cukup tahan dengan ketidakjelasan sikap ku, seseorang yang untuk pertama kalinya aku merasa dibutuhkan dan disayangi, seseorang yang denganya aku tidak pernah segan menceritakan segala hal yang mengganggu pikiranku sejak lama, seseorang yang perlahan membuka kotak rahasia hidupku dan perlahan mengurai tumpukan rasa takut ku yang berjejal sejak lama dan dia gantikan dengan taburan harum kepercayaan dan rasa takut kehilangan Terima kasih, pada akhirnya aku percaya pada hal indah yang bernama cinta, hal yang memang harus ku pertahankan adanya sampai pada akhirnya kamu sendiri yang meminta aku untuk melepaskan atau dengan cara Tuhan